Menu Close

Mengenal Galaksi Lebih Jauh Hingga Susunannya

diodati.orgMengenal Galaksi Lebih Jauh Hingga Susunannya – Bima sakti merupakan suatu sistem padat yang terikat style gaya tarik bumi yang terdiri atas bintang( dengan seluruh wujud manifestasinya, antara lain bintang neutron serta lubang gelap), gas serta abu biasa antarbintang, serta modul gelap–komponen yang berarti tetapi belum sedemikian itu dipahami. Tutur bima sakti berawal dari sebuah bahasa pada Yunani yaitu galaxias (γαλαξίας), yang ini berarti “semacam/sejenis susu” yang akan langsung merujuk kepada sebuah galaksi bima sakti Bima Ajaib( bahasa Inggris: Milky Way).

Mengenal Galaksi Lebih Jauh Hingga Susunannya

www.merdeka.com

Bima sakti yang terdapat berkisar dari bima sakti katai dengan cuma 10 juta( 107) bintang sampai bima sakti raksasa dengan seratus triliun( 1014) bintang, yang seluruhnya memutari pada pusat massa bima sakti tiap- tiap. Mentari merupakan salah satu bintang dalam bima sakti Bima Ajaib; aturan surya tercantum alam serta seluruh barang yang memutari Mentari.

Masing- masing bima sakti mempunyai jumlah sistem bintang serta gabungan bintang yang beraneka ragam, begitu pula tipe awan antarbintangnya. Di antara galaksi- galaksi ini terhambur biasa antarbintang berbentuk gas, abu, serta cahaya kosmis. Lubang gelap supermasif ada di pusat beberapa besar bima sakti. Diperkirakan lubang gelap supermasif inilah pemicu penting inti bima sakti aktif yang ditemui pada beberapa bima sakti. Bima sakti Bima Ajaib dikenal mempunyai paling tidak satu lubang gelap supermasif.

Dengan cara historis bima sakti dikelompokkan bersumber pada wujud terlihatnya ataupun lazim diucap ilmu bentuk kata visualnya. Wujud yang biasa merupakan bima sakti eliptis, yang mempunyai profil sinar berupa oval. Bima sakti lilitan merupakan bima sakti berupa cakram dengan tangan bima sakti yang melengkunng serta bermuatan abu.

Bima sakti dengan wujud yang tidak teratur ataupun tidak lazim diucap bima sakti tidak teratur serta umumnya diakibatkan sebab kendala oleh ajakan gaya tarik bumi bima sakti orang sebelah. Interaksi yang begitu antara galaksi- galaksi yang bersebelahan bisa menimbulkan pencampuran, yang sering- kali tingkatkan jumlah pembuatan bintang sampai menciptakan bima sakti dengan pembuatan bintang yang kilat.

Mungkin ada lebih dari 170 miliyar( 1, 7× 1011) bima sakti dalam alam sarwa teramati. Beberapa besar berdiameter 1000 sampai 100. 000 parsecdan umumnya dipisahkan oleh jarak sebagian juta parsec( ataupun megaparsec). Ruang antargalaksi diisi oleh gas pipih dengan kerapatan massa kurang dari satu molekul per m kubik. Beberapa besar bima sakti diorganisasikan ke dalam suatu jenjang gabungan yang diucap golongan serta gabungan, yang pada gilirannya membuat gabungan yang lebih besar yang diucap gabungan raksasa.

Baca Juga : Astrologi merupakan ilmu imajiner

Dalam rasio terbanyak himpunan- himpunan ini biasanya tertata dalam susunan serta rentengan yang dikelilingi oleh kekecewaan yang amat besar. Walaupun belum dimengerti dengan cara global, modul hitam mungkin menata dekat 90% dari massa beberapa besar bima sakti. Informasi observasi membuktikan lubang gelap supermasif mungkin terdapat di pusat dari banyak( jika tidak seluruh) bima sakti.

Etimologi

Tutur bima sakti berawal dari sebutan bahasa Yunani buat mengatakan bima sakti kita, galaxias(γαλαξίας) ataupun kyklos galaktikos(κύκλοςγαλακτικός). Tiap- tiap berarti” suatu yang menyamai susu” serta” bundaran susu”,[12] cocok dengan penampakannya di angkasa berbentuk pita putih buram. Dalam mitologi Yunani, Zeus menaruh anak laki- lakinya yang dilahirkan oleh orang lazim, bocah Heracles, pada buah dada Hera kala Hera lagi tidur alhasil bocah itu meminum susunya serta sebab itu jadi orang kekal. Hera tersadar kala lagi menyusui serta setelah itu mengetahui beliau lagi menyusui bocah yang tidak dikenalnya: beliau mendesak bocah itu serta air susunya menyembur memberi warna langit malam, menciptakan pita sinar pipih yang diketahui dalam bahasa Inggris selaku Milky Way( jalur susu).

Kala William Herschel menata” brosur nebula” kepunyaannya pada tahun 1786, ia memakai sebutan” nebula lilitan” buat objek- objek khusus semacam subjek M31. Di setelah itu durasi hendak diketahui kalau subjek itu sesungguhnya ialah berkas dari banyak bintang, serta dipakailah sebutan” island universe”(” alam sarwa pulau”) buat merujuk pada subjek yang begitu. Tetapi, setelah itu diketahui kalau tutur” universe”( alam sarwa) berarti totalitas jagad raya, alhasil sebutan ini tidak digunakan lagi serta subjek yang begitu setelah itu diketahui selaku bima sakti.

Asal usul pengamatan

Wawasan kalau kita hidup di dalam suatu bima sakti serta kalau ada banyak bima sakti yang lain, didapat bersamaan dengan penemuan- penemuan kita mengenai Bima Ajaib serta nebula- nebula yang lain di langit malam.

Bima Sakti

Filsuf Yunani Democritus( 450–370 SM) mengemukakan kalau pita awan putih di langit malam hari yang diketahui selaku Bima Ajaib mungkin terdiri dari bintang- bintang yang amat jauh jaraknya. Tetapi Aristoteles( 384–322 SM), meyakini kalau pita itu diakibatkan oleh” kobaran hembusan nafas yang bernyala- nyala dari banyak bintang besar yang berjarak dekat satu serupa lain” serta kalau” kobaran ini terjalin di bagian atas suasana, ialah di area bumi yang senantiasa diisi dengan aksi surgawi.”

Filsuf neoplatonis Olympiodorus Baru(± 495–570) kritis kepada pemikiran ini dengan cara objektif, berargumen kalau bila memanglah betul Bima Ajaib terletak di area sublunar( terdapat antara alam serta bulan), hingga seharusnya beliau nampak berlainan pada durasi serta tempat yang berlainan di alam, serta beliau sepatutnya mempunyai paralaks, yang nyatanya tidak. Dalam pemikirannya, Bima Ajaib terdapat jauh di angkasa. Opini ini hendak amat mempengaruhi esoknya di dalam bumi Islam.

Bagi Mohani Muhammad, astronom Arab Ibnu Haitham( 965–1037) merupakan orang yang melaksanakan usaha- usaha awal dalam mencermati serta mengukur paralaks Bima Ajaib, serta beliau jadi” beriktikad kokoh kalau sebab Bima Ajaib tidak mempunyai paralaks, tentulah jaraknya amat jauh dari alam serta bukannya terletak dalam suasana.” Astronom Persia Al- Biruni( 973–1048) mengemukakan kalau Bima Ajaib ialah” berkas yang tidak terbatas jumlahnya dari bagian- bagian yang bertabiat semacam bintang nebula.

” Astronom Andalusia Ibnu Bajjah( diketahui di barat dengan julukan latin” Avempace”, tewas 1138) mengemukakan kalau Bima Ajaib dibangun oleh banyak bintang yang silih nyaris bersinggungan satu dengan yang lain alhasil nampak jadi semacam lukisan berlanjut dampak akibat pembelokan dari material sublunar, mengambil hasil pengamatannya kepada konjungsi antara Jupiter serta Marikh selaku fakta kalau perihal itu bisa terjalin bila 2 subjek silih bersebelahan. Pada era ke- 14, akademikus kelahiran Suriah Ibnu Qayyim, mengemukakan kalau Bima Ajaib ialah” bintang- bintang kecil yang tidak terbatas jumlahnya silih berhimpitan dalam alam bintang- bintang senantiasa”.

Fakta jelas kalau Bima Ajaib terdiri atas banyak bintang, tiba pada tahun 1610 kala astronom Italia Galileo Galilei memakai suatu teleskop buat menekuni Bima Ajaib serta menciptakan kalau Bima Ajaib tertata atas bintang- bintang gelap dalam jumlah yang luar lazim banyaknya. Pada tahun 1750 astronom Inggris Thomas Wright, dalam bukunya An original theory or new hypothesis of the Universe( Filosofi asli ataupun anggapan terkini mengenai Alam Sarwa), memperkirakan( tetapi betul) kalau Bima Ajaib mungkin merupakan suatu tubuh berkeliling dari bintang- bintang dalam jumlah besar yang diikat oleh style gaya tarik bumi, seragam dengan aturan surya tetapi dalam rasio yang jauh lebih besar. Cakram bintang yang diperoleh bisa nampak selaku pita di langit dari ujung penglihatan kita dalam cakram itu. Dalam risalah pada tahun 1755, Immanuel Kant meningkatkan ilham Wright mengenai bentuk Bima Ajaib.

Baca Juga : Teori Organisasi dengan Tipe Komunikasi

Upaya awal buat melukiskan wujud Bima Ajaib serta posisi mentari di dalamnya dicoba oleh William Herschel pada tahun 1785 dengan metode membagi dengan cara hati- hati jumlah bintang yang terdapat di bermacam area langit yang beda. Ia menciptakan suatu bagan wujud Bima Ajaib dengan aturan surya terdapat dekat dengan pusatnya. Memakai pendekatan yang lebih bagus, Jacobus Kapteyn pada tahun 1920 hingga pada kesimpulan berbentuk suatu lukisan bima sakti elipsoid kecil( dengan garis tengah kurang lebih 15 kiloparsec) dengan mentari terdapat dekat dengan pusat bima sakti.

Tata cara yang berlainan oleh Harlow Shapley bersumber pada pengatalogan gabungan bola menciptakan lukisan yang amat jauh berlainan: suatu cakram ceper dengan garis tengah kurang lebih 70 kiloparsec serta mentari terdapat jauh dari pusat bima sakti.[26] Kedua analisa itu kandas memperkirakan absorbsi sinar oleh abu antarbintang yang terdapat di aspek bima sakti, tetapi sehabis Robert Julius Trumpler membagi dampak ini pada tahun 1930 dengan menekuni gabungan terbuka, cerminan terbaru bima sakti tuan rumah kita, Bima Ajaib, terlahir.

Diferensiasi dari nebula lainnya

Pada era ke- 10, astronom Persia As- Sufi membuat observasi yang terdaftar sangat dini kepada bima sakti Andromeda, menggambarkannya selaku” awan kecil”.[29] As- Sufi yang menerbitkan temuannya dalam Buku Bintang- Bintang Senantiasa pada tahun 964, pula mengidentifikasi Awan Magellan Besar yang bisa diamati dari Yaman, walaupun bukan dari Isfahan; serta bima sakti ini tidak hendak diamati oleh orang Eropa sampai ekspedisi Magellan pada era ke- 16.

Bima sakti Andromeda ditemui kembali dengan cara terpisah oleh Simon Marius pada tahun 1612. Cuma kedua bima sakti inilah bima sakti di luar Bima Ajaib yang gampang diamati dengan mata bugil, menghasilkan keduanya selaku galaksi- galaksi awal yang dicermati dari alam. Pada tahun 1750 Thomas Wright dalam bukunya An original theory or new hypothesis of the Universe( Filosofi asli ataupun anggapan terkini mengenai Alam Sarwa), memperkirakan( tetapi betul) kalau Bima Ajaib merupakan suatu tubuh berkeliling dari bintang- bintang, serta kalau sebagian nebula yang nampak di malam hari dapat jadi ialah Bima Ajaib yang lain.

Mengarah akhir era ke- 18, Charles Messier menghimpun suatu brosur yang bermuatan 109 nebula( subjek angkasa dengan bentuk kabur) yang sangat jelas, yang setelah itu diiringi dengan suatu brosur yang lebih besar yang bermuatan 5. 000 nebula disusun oleh William Herschel. Pada tahun 1845, Lord Rosse membuat suatu teleskop terkini yang sanggup melainkan nebula oval serta lilitan. Ia pula sukses melainkan titik- titik pangkal sinar tunggal di sebagian nebula ini.

Pada tahun 1912 Vesto Slipher membuat riset dengan spektrografi kepada nebula- nebula lilitan sangat jelas buat memastikan apakah mereka dibuat dari materi- materi kimia yang diharapkan terdapat dalam suatu sistem planet. Tetapi Slipher menciptakan kalau nebula lilitan mempunyai geseran merah yang besar, membuktikan kalau mereka lagi beranjak menghindar dengan kecekatan yang lebih besar dari kecekatan bebas Bima Ajaib. Sebab itu disimpulkan kalau galaksi- galaksi itu tidak terikat dengan cara gaya tarik bumi pada Bima Ajaib serta kecil kemungkinannya ialah bagian dari Bima Ajaib.

Pada tahun 1917, Heber Curtis mencermati kalau ada suatu bintang terkini, S Andromedae, dalam” Nebula Andromeda Besar”( begitu juga Bima sakti Andromeda, Subjek Messier M31 diketahui dikala itu). Dengan mencari rekaman gambar, ia menciptakan 11 bintang terkini yang lain. Curtis mencermati kalau bintang- bintang terkini ini pada umumnya 10 magnitudo lebih gelap dibanding dengan bintang- bintang terkini yang timbul di bima sakti kita. Selaku hasilnya ia bisa membagi ditaksir jaraknya merupakan 150, 000 parsec. Ia jadi pendukung anggapan yang diucap” island universes” yang berpikiran kalau nebula lilitan sesungguhnya merupakan bima sakti tertentu.

Pada tahun 1920, apa yang diucap” Diskusi Besar” terjalin antara Harlow Shapley and Heber Curtis hal watak Bima Ajaib, nebula lilitan serta format alam sarwa. Buat mensupport klaimnya yang melaporkan Nebula Andromeda Besar ialah suatu bima sakti luar, Curtis membuktikan fakta berbentuk timbulnya jalur- jalur hitam menyamai awan abu yang ada pada Bima Ajaib serta pula perpindahan Doppler yang lumayan besar.

Kasus itu teratasi dengan tentu pada tahun 1922 kala astronom Estonia ErnstÖpik membagikan determinasi jarak yang mensupport filosofi kalau Nebula Andromeda merupakan betul ialah suatu subjek luar bima sakti yang jauh. Dengan memakai teleskop 100 inci terkini kepunyaan Observatorium Gunung Wilson, Edwin Hubble sukses memastikan kalau bagian luar beberapa nebula lilitan ialah berkas dari bintang- bintang tunggal serta mengenali sebagian Bintang elastis Chepeid, yang memungkinkannya berspekulasi jarak nebula- nebula itu: mereka sangat amat jauh buat bisa jadi bagian dari Bima Ajaib. Pada tahun 1936 Hubble menghasilkan suatu sistem pengelompokan buat bima sakti yang sedang dipergunakan sampai dikala ini ialah antrean Hubble.

Riset modern

Pada tahun 1944, Hendrik van de Hulst berspekulasi hendak terdapatnya radiasi gelombang mikro dengan jauh gelombang 21 centimeter yang berawal dari gas antarbintang yang bermuatan molekul hidrogen;[41] radiasi ini dicermati pada tahun 1951. Radiasi ini membolehkan riset yang jauh lebih bagus kepada bima sakti Bima Ajaib, sebab radiasi itu tidak terbawa- bawa absorbsi oleh abu antarbintang, serta perpindahan Doppler- nya bisa dipakai buat melukiskan pergerakan gas itu di dalam bima sakti. Observasi ini mendesak terciptanya asumsi mengenai bentuk batang yang berkeliling pada pusat bima sakti. Dengan teleskop radio yang ditingkatkan, gas hidrogen bisa pula dilacak pada galaksi- galaksi lain.

Pada tahun 1970, bersumber pada riset Vera Rubin kepada kecekatan perputaran gas dalam bima sakti, ditemui kalau keseluruhan massa nampak( bintang serta gas) tidak cocok dengan kecekatan berkeliling gas itu. Permasalahan rotasi bima sakti ini dikira bisa dipaparkan dengan terdapatnya beberapa besar modul hitam yang tidak nampak.

Semenjak tahun 1990- an, Teleskop Angkasa Hubble menciptakan observasi yang lebih bagus. Di antara lain, hasil observasi dengan Teleskop Hubble meyakinkan kalau modul hitam yang lenyap dalam bima sakti kita tidak bisa jadi pada dasarnya cuma terdiri dari bintang- bintang gelap ataupun kecil. Hubble Deep Field, suatu gambar dengan eksposur yang amat jauh area langit yang relatif kosong, membagikan fakta kalau ada kurang lebih 125 miliyar( 1, 25×1011) bima sakti di alam sarwa.

Kenaikan dalam teknologi pendeteksian spektrum- spektrum tidak kasatmata( teleskop radio, kamera inframerah, serta teleskop cahaya x) membolehkan pendeteksian galaksi- galaksi lain yang tidak ditemukan tadinya oleh teleskop Hubble. Dengan cara spesial, survey bima sakti dalam alam sangat jarang bima sakti( area langit yang terhalang oleh Bima Ajaib) sukses membuktikan beberapa bima sakti terkini.

Tipe serta bentuk

Bima sakti bisa dikelompokkan dalam 3 tipe penting: eliptis, lilitan serta tidak teratur. Cerminan yang lebih komplit hal tipe bima sakti bersumber pada wujudnya dapat diperoleh dalam sistem pengelompokan Hubble. Sebab sistem pengelompokan Hubble cuma bersumber pada pada observasi visual, pengelompokan ini bisa jadi melupakan sebagian karakter berarti dari bima sakti, semacam laju pembuatan bintang( di bima sakti starburst) serta kegiatan inti bima sakti( di bima sakti aktif).

Eliptis

Sistem pengelompokan Hubble melainkan bima sakti eliptis bersumber pada tingkatan keelipsannya, dari E0 yang nyaris berbentuk bundaran, sampai E7 yang amat bulat panjang. Bima sakti dalam jenis ini mempunyai wujud dasar elipsoid, alhasil nampak oval dari bermacam ujung penglihatan. Bima sakti jenis ini nampak mempunyai sedikit bentuk serta sedikit modul antarbintang, alhasil bima sakti begitu mempunyai sedikit gabungan terbuka serta laju pembuatan bintang yang lelet. Bima sakti jenis ini didominasi oleh bintang berumur yang tersebar mengitari pusat gaya tarik bumi dengan arah yang random. Bintang- bintang dalam bima sakti ini mempunyai sedikit unsur- unsur berat sebab pembuatan bintang telah menyudahi sehabis lonjakan awal mulanya. Dalam perihal itu, bima sakti jenis ini mendekati dengan gabungan bola.

Galaksi- galaksi terbanyak di alam sarwa berupa bima sakti eliptis raksasa. Mayoritas bima sakti eliptis dipercayai tercipta dampak interaksi dampingi bima sakti yang menimbulkan tumbukan ataupun pencampuran. Bima sakti starburst ialah dampak dari tumbukan yang begitu serta bisa menimbulkan pembuatan bima sakti eliptis.

Spiral

Bima sakti lilitan terdiri dari suatu cakram bintang- bintang yang berotasi, modul antarbintang, dan suatu benjolan pusat yang terdiri dari bintang- bintang berumur. Tidak hanya itu, ada lengan- lengan lilitan jelas yang menjulur dari benjolan pusat. Dalam sistem pengelompokan Hubble, bima sakti lilitan digolongkan selaku jenis S, diiringi suatu graf( a, b, ataupun c) yang membuktikan tingkatan kerapatan dari tangan lilitan serta dimensi dari benjolan pusat. Bima sakti Sa mempunyai tangan lilitan yang buram serta bergelung rapat, dan benjolan pusat yang relatif besar. Sebaliknya bima sakti Sc mempunyai tangan lilitan yang nyata serta meluas dan benjolan pusat yang relatif kecil. Bima sakti lilitan dengan tangan yang tidak nyata sering- kali diucap bima sakti lilitan flocculent. Lagi bima sakti dengan tangan yang nyata serta muncul diucap bima sakti lilitan grand design.

Dalam bima sakti lilitan, lengannya membuat pola semacam lilitan logaritmis, pola yang dengan cara abstrak tercipta sebab terdapatnya kendala kepada massa bintang yang berkeliling sebentuk. Dalam filosofi gelombang kepadatan tangan lilitan ini diperkirakan bermuatan modul berkepadatan besar. Dikala bintang melampaui salah satu tangan bima sakti kecepatannya dipengaruhi oleh style gaya tarik bumi wilayah yang kepadatan materinya lebih besar, serta kembali wajar dikala bintang telah melewatinya. Dampak ini mendekati dengan” gelombang” pelambatan mobil di jalur raya yang penuh mobil. Tangan bima sakti nampak nyata sebab kepadatan modul yang besar membolehkan pembuatan bintang alhasil ada banyak bintang belia serta jelas di situ.

Beberapa besar bima sakti lilitan mempunyai berkas bintang berupa batang lurus yang memanjang pergi dari bagian wilayah inti serta setelah itu berasosiasi dengan bentuk tangan lilitan. Dalam sistem pengelompokan Hubble, bima sakti ini dikategorikan selaku SB, serta diiringi graf( a, b ataupun c) yang membawa alamat wujud tangan spiralnya( seragam dengan pengelompokan bima sakti lilitan lazim). Batang bima sakti diperkirakan ialah bentuk sedangkan yang diakibatkan oleh gelombang modul berkepadatan besar dari inti bima sakti, ataupun sebab interaksi pasang mundur dengan bima sakti lain. Banyak bima sakti lilitan berbatang yang berinti aktif, mungkin sebab terdapatnya gas yang mengarah ke inti lewat tangan lilitan.

Bima sakti Bima Ajaib ialah bima sakti lilitan berbatang dimensi besardengan garis tengah dekat 30 kiloparsec serta ketebalan dekat satu kiloparsec. Bima Ajaib mempunyai dekat 200 miliyar( 2×1011)[57] bintang dengan massa keseluruhan dekat 600 miliyar( 6×1011) kali massa Mentari.